Connect with us

METROPOLITAN

95 Rumah di Lebak Rusak Akibat Pergerakan Tanah, Badan Geologi Lakukan Penelitian Khawatir Liquifaksi

Published

on

 

Salah satu rumah warga di Kampung Jampang Cikuning yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah. (Fariz Abdullah/BantenHits)

Lebak– Sebanyak 95 rumah di Kampung Jampang Cikuning dan Kampung Jampang Neglasari, RT 01 dan 02 RW 09, Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, mengalami kerusakan setelah terjadi pergerakan tanah, Kamis, 7 Februari 2019. Empat di antaranya mengalami rusak berat atau hancur.

 Baca Juga : Berbatasan Lokasi Longsor Cisolok, 41 KK di Desa Gunungwangun Cibeber Mengungsi Setelah Terjadi Tanah Bergerak 

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan pergerakan tanah yang terjadi di Kecamatan Cimarga juga menyebabkan beberapa fasilitas umum rusak mulai dari mushala, jembatan, jalan desa dan daerah aliran sungai (DAS) Cisimeut abrasi.

“Karena adanya abrasi DAS, Informasinya Badan Geologi akan terlebih dahulu melakukan pendeteksian penyebab pergerakan tanah khawatir akibat liquifaksi,” kata Iti kepada awak media di Pendopo Bupati Lebak, Senin, 11 Februari 2019.

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Lebak telah melakukan pendataan dan tindakan tanggap darurat bahkan lahan untuk relokasi rumah yang hancur akibat pergerakan tanah juga telah disiapkan.

“Kita sudah siapkan tanah untuk relokasi seluas 1 hektare, cuma kan dari 457 jiwa yang ada di lokadi pergerakan tanah beberapa memilih untuk bertahan dan tetap melakukan aktivitas. Tapi kita pastikan ketika dinyatakan darurat mereka (warga-red) harus siap direlokasi,” katanya.

Kata Iti, sebenarnya untuk di Kabupaten Lebak pergerakan tanah terjadi bukan di Kecamatan Cimarga saja, satu bulan yang lalu pergerakan tanah telah terjadi di Kecamatan Cibeber.

“Kalau yang di Cibeber kita sudah siapkan tenda darurat, tanah untuk relokasinya juga karena warga mengalami ketakutan lantaran di wilayah Cisolok yang terhalang oleh aliran sungai terjadi longsor,”akunya. 

Editor : Fariz Abdullah

Trending