Connect with us

METROPOLITAN

Database Kampus UIN SMH Banten Diretas, Nasib Gaji Pegawai Terkatung-katung

Published

on

Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi ketika menggelar konferensi pers mengenai kasus peretasan database UIN SMH Banten. (Istimewa)

Serang- Database Kampus Universitas Negeri Islam Sultan Maulana Hasanuddin atau UIN SMH Banten diretas DR (40) yang tidak lain dosen di kampus itu sendiri. Akibatnya sistem tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Bahkan, beberapa program seperti akademik mahasiswa, sistem keuangan, bahkan gaji pegawai Kampus UIN belum dapat diberikan dikarenakan sistem tidak dapat diakses.

Baca Juga: Bejat! Guru Ngaji di Tangsel ‘Gituin’ Pelajar kelas 3 SD Pakai Ini

Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto mengatakan paska diretas pihak kampus melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian sehingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Dalam pengungkapan kasus peretasan ini Polda Banten dibantu oleh tim Puslabfor Bareskrim Polri dengan melakukan investigasi secara ilmiah (Scientific Crime Investigation) untuk mencari jejak pelaku.

BACA :  Lagi Heboh Potensi Tsunami 20 Meter, Alat Pendeteksi Dini di Banten Malah Rusak

“Pelaku mencoba menghapus jejaknya namun pemeriksaan digital forensik lebih dalam masih dapat menemukan jejak pelaku, dan bisa diamankan kurang dari dua hari,”kata Rudi melalui keterangan pers yang diterima BantenHits, Senin, 4 Maret 2019.

Kepada petugas, DR terpaksa meretas sistem database kampusnya sendiri lantaran sakit hati tidak lagi dipercaya memegang server absensi dan server Sistem Kinerja Pegawai (SKP).

“Pelaku sakit hati karena dipindahtugaskam menjadi dosen, motif lainnya masih dilakukan pendalaman,”kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi.

Edy mengatakan dari tangan pelaku penyidik mengamankan barang bukti mackbook, handphone, hardisk external, dan satu unit fisik server yang kini berada di Puslabfor Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

BACA :  Simpan Sabu di Sela Paha Ini yang Dialami Perempuan Muda Warga Bitung Jaya Cikupa

Akibat perbuatannya, pelaku diganjar pasal 46 ayat (1), (2), (3) Jo Pasal 30 ayat (1), (2), (3) dan atau Pasal 48 ayat (1) Jo Pasal 32 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler