Connect with us

Pemilu

Olah Data Real Count Prabowo-Sandi Libatkan Profesor Statistik Sejumlah Perguruan Tinggi Negeri Terkemuka

Published

on

Prabowo saat Debat Capres Kedua

Calon Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri debat Capres kedua, Minggu malam, 17 Februari 2019.(Foto: tempo.co)

Tangerang – Penghitungan hasil suara Pilpres 2019 versi hitung cepat sejumlah lembaga survei yang menyebutkan kemenangan Jokowi-Ma’ruf ternyata berbeda hasil dengan data real count badan pemenangan nasional atau BPN Prabowo-Sandi.

Merujuk data real count yang bersumber hasil penghitungan suara di tiap TPS (form C1) yang telah ditandatangani itu, Capres Prabowo Subianto yakin dirinya telah memenangkan Pilpres 2019 dengan angka kemenangan 62 persen.

BACA JUGA: Suara Prabowo-Sandi di Jabar dan Banten Unggul Telak, Dukungan Kepala Daerah ke Jokowi Dinilai Tak Berdampak

Anggota Litbang BPN Prabowo-Sandiaga, Harryadin Mahardika mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan hasil penghitungan suara (form C1) di 300 ribu TPS yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal itu dilakukan oleh para relawan di lapangan.

“Kita kan menggunakan C1 dikirim relawan dari TPS itu, dikompilasi pusat tabulasi kita. C1 yang kita masuk diinput, hasil input dijadikan sementara bahan awal,” jelas Harryadin seperti dilansir merdeka.com, Kamis, 18 April 2019.

Melibatkan Profesor Statistik

Dia mengatakan, pusat tabulasi terus menghitung data masuk dari C1. Dia tidak tahu pasti sudah berapa form C1 yang masuk sampai Pukul 11.00 WIB hari ini. Tapi dia meyakini, C1 yang dikumpulkan dari 320 ribu TPS lebih akurat ketimbang hasil hitung cepat lembaga survei kebanyakan.

“Ada beberapa profesor statistik, kemudian beberapa akademisi dari yang tergabung dalam APTSI (Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia), mereka melakukan quick count hasil sudah dipublis. Mereka beberapa dari ITB, IPB, dari UI. Mereka juga ikut membantu proyeksi dari C1,” tambah Politikus Gerindra tersebut.

BACA JUGA: Beberkan Temuan di 380 TPS, Bawaslu Banten Ungkap Potensi Pemungutan Suara Ulang

BPN Prabowo-Sandiaga sudah punya cara sendiri untuk mengumpulkan form C1 dari total 800 ribu lebih TPS yang ada. Setiap relawan di tingkat kabupaten, kota hingga provinsi memiliki koordinator.

Seluruh relawan memfoto C1 kemudian dikirim melalui WhatsApp yang telah disediakan. Sehingga dia menilai, hanya dalam kurun waktu beberapa jam, sudah terkumpul banyak C1 dari 300 ribu TPS.

“320 Ribu TPS, secara statistik sudah 40 persen, sudah dari seluruh wilayah, merata, artinya seluruh proses sudah terwakili, malah lebih akurat karena hitung cepat memang mewakili seluruh wilayah, tapi dia jumlahnya lebih kecil, ini mewakili seluruh provinsi kabupaten dan lebih banyak,” terang Harryadin lagi.

Data tersebut seluruhnya dikumpulkan di pusat tabulasi. Kontrol room dari seluruh proses pengumpulan form C1 itu berada di rumah Prabowo di Kertanegara.

“Semua harus kita lakukan manual, karena menggunakan beberapa jalur otomatis seperti web, aplikasi, kita diserang hacker. Sehingga para relawan enggak bisa upload, di sistem. Sehingga kita lewat jalur tikus melalui WA, karena jalur WA kan enggak bisa diserang, tapi inputnya manual, lihat satu-satu, tapi ini ada beberapa puluh orang yang melakukan itu,” tutup dia.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Trending