Connect with us

METROPOLITAN

Jelang Arus Mudik, Dishub Lebak Optimalkan Pemeriksaan Kelaikan Kendaraan

Published

on

Didampingi Wakil Bupati Ade Sumardi, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau langsung uji kelaikan bus di Terminal Mandala. (Banten Hits/Fariz Abdullah)

Lebak- Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak mengoptimalkan pemeriksaan uji kelaikan kendaraan untuk keselamatan pemudik yang hendak merayakan Lebaran di kampung halaman.

“Kami melarang angkutan perkotaan dan perdesaan yang tidak laik beroperasi, karena bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas,”kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak Sumardi di Lebak, Rabu, 15 Mei 2019.

Pemerintah daerah berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak merayakan Idul Fitri agar selamat sampai tujuan.

Untuk itu, pihaknya akan mengoptimalkan pemeriksaan uji kendaraan kepada angkutan umum.

Sebab, kata dia, angkutan yang tidak laik jalan membahayakan keselamatan penumpang.

Apalagi, topografi Kabupaten Lebak perbukitan dan pegunungan,sehingga membutuhkan kendaraan yang laik jalan.

Pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika angkutan yang tak laik beroperasi melayani penumpang Lebaran 2019.

“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola terminal juga organisasi angkutan agar semua angkutan dilakukan uji kelaikan guna menghindari kecelakaan,” katanya.

Menurut dia, selama ini, angkutan perkotaan dan perdesaan di Kabupaten Lebak yang tidak laik beroperasi sekitar 40 persen dari 1.400 kendaraan. Apabila,kendaraan itu beroperasi dikhawatirkan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Pemerintah daerah sudah menyebarkan surat imbauan kepada pemilik angkutan agar dilakukan pengujian kelaikan kendaraan untuk memberikan jaminan keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa angkutan.

Selain itu, pihaknya pada H-7 akan melaksanakan inspeksi pemeriksaan kelayakan fisik kendaraan bertempat di Terminal Mandala.

Kami berharap semua angkutan yang melayani penumpang umum harus laik jalan,” ungkapnya.

Terpisah sopir angkot trayek Pasar Rangkasbitung- Aweh 08, Yanto alias Abang mengaku, kebetulan kendaraan angkot yang dipakai ini kondisinya masih baru, namun kendaraan tersebut bukan miliknya.

“Saya hanya narik saja, untuk masalah service atau ijin lainnya. Semua di urus oleh bos sedangkan mengenai Kir atau Kelaikan Alhamdulillah semua posisinya aman lantaran, satu mobil nya baru. Terlebih pemiliknya rajin,”katanya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending