Connect with us

METROPOLITAN

Bupati Cantik Ini Langsung Tergugah Lihat Kepedulian Prajurit TNI Urus Lansia Korban Tsunami di Huntara Labuan

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita melihat kondisi Saud, lansia berusia 130 tahun korban tsunami yang tinggal di Huntara Labuan. Saud mendapat perhatian khusus dari y
Babinsa Tahir. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Usia Saud sudah di atas usia rata-rata manusia normal. Kondisinya yang sudah melemah di usia 130 tahun, membuat Saud hanya bisa menghabiskan hari di atas tempat tidur di hunian sementara atau huntara korban tsunami di Kampung Citanggok, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Sebelum peristiwa Tsunami Selat Sunda melanda Kabupaten Pandeglang, Saud memang sudah tinggal seorang diri di Desa Teluk, Kecamatan Labuan. Anak-anak Saud, saat ini berada di Palembang. Kadang dia diurus oleh cucunya  yang sudah berkeluarga yang sudah punya tempat tinggal sendiri.

Meski jauh dari keluarga, Saud tergolong beruntung karena ada sosok yang telaten mengurusinya, yakni Tahir, seorang Babinsa di Koramil Labuan.

Di tengah kesibukannya memantau wilayah, Tahir selalu menyempatkan membagi waktu untuk mengurusi Saud.

Saat Huntara tersebut dikunjungi Bupati Pandeglang Irna Narulita, Rabu, 19 Juni 2019, Saud hanya berbisik pelan kepada Babinsa Tahir

“Siapa itu (yangdatang),” bisik Saud di telinga Babinsa Tahir.

“Bupati (Pandeglang), Pak,” jawab Tahir Babinsa.

Mendengar jawaban dari ada kunjungan orang nomor satu di Pandeglang, rona wajah Saud mendadak semringah. Seperti ada segurat harapan tersirat.

Kembali ke sosok Babinsa Tahir, jika kesibukan tugas membuat dia tak bisa mengunjungi Saud, Tahir akan meminta menitipkan Saud ke tetangga Saud di Huntara.

“Cucunya suka ke sini ngasih makan. Terus saya minta agar masyarakat sering nengok Pak Saud,” kata Tahir saat berbincang dengan Irna.

Tahir juga mengaku sudah membawa Saud untuk mendapat perawatan medis menggunakan biaya darinya. Mengingat, Saud tidak memiliki Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) dari desa.

“Ini baru pulang berobat dari puskesmas, saya bayar gitu aja, pakai uang saya. Selama di puskesmas ditungguin oleh cucunya, cuma gitu kadang pulang, balik lagi, dianya kan sudah punya keluarga,” jelasnya.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita merasa terenyuh melihat warganya seperti itu. Sehingga dia meminta kepada jajarannya untuk mengurus keperluan Saud.

Ia juga menegaskan, warga miskin menjadi tanggungjawab negara. Sehingga harus di urus agar dilayani dengan baik.

“Pak lurah mobilnya ada? Ini harus dibawa ke puskesmas, rawat secara maksimal. Buatkan SKTM oleh desa, dinsos mana dinsos, ini minta kursi roda ya. Bapak ini harus kita rawat dengan baik” pinta Irna.

Di tempat yang sama, Kasubag TU Puskesmas Labuan, Yani Ahyani mengakui jika kondisi Saud sangat memprihatinkan. Oleh karenanya, dia akan segera membawa mobil ambulans untuk membawa Saud.

“Harus dirawat di kesehatan, tidak boleh di rumah. Nanti kita periksa, kondisinya seperti itu apakah harus di rujuk atau tidak, kita menyediakan alat, tapi keluarga juga harus mendampingi. Karena kita kan kekurangan tenaga,” terang Yani.

Menurut Yani, karena usia sudah sepuh besar kemungkinan Saud menderita syndhrome gariatri, atau kumpulan gejala dengan usia lanjut. 

“Yang sering bermasalah itu asupan giji, salah satunya kekurangan cairan, karena ini usia lanjut,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Trending