Connect with us

METROPOLITAN

Selain di Cilegon, Gerombolan Bersenjata di Banten Juga Bacoki Yatim-Piatu di Solear hingga Jari-jarinya Nyaris Putus

Published

on

Muhammad Alif (18), remaja yatim piatu korban penyerangan gerombolan bersenjata di Solear, Kabupaten Tangerang tengah dimintai keterangan oleh petugas kepolisian. (Istimewa)

Tangerang – Gerombolan bersenjata di Banten menyerang seorang pelajar yang tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Perumnas, Lingkungan Cikerut, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Selasa dini hari, 25 Juni 2019 sekitar pukul 00.00 WIB.

Akibat aksi brutal tersebut, Muhamad Bahrul Ulum (16), warga Perumahan Metro Villa, Kelurahan Gedong Dalem, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon harus mendapatkan perawatan serius di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.

BACA JUGA: Gerombolan Bersenjata di Banten Bacoki Pelajar di Jalan Perumnas Lingkungan Cikerut

BACA :  Tangkap Lagi Komplotan Perampok Truk Berisi Televisi, Satreskrim Polres Kota Tangerang Sita Atribut Polisi

Sebelumnya, penyerangan gerombolan bersenjata dengan modus serupa juga terjadi di Kampung Jengkol, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Selasa malam, 18 Juni 2019.

Muhammad Alif (18), seorang remaja yatim piatu menderita sejumlah luka bacok setelah diserang gerombolan bersenjata. Empat jari tangan korban nyaris putus akibat aksi penyerangan ini.

Menurut Ikhwan, warga yang mendampingi korban, saat ini korban masih berada di RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.

“Tiga jari tangan kiri dan telunjuk tangan kanan nyaris putus. Mau diamputasi,” kata Ikhwan kepada BantenHits.com, Selasa, 25 Juni 2019.

Aksi penyerangan kepada Alif, kata Ikhwan, terjadi saat korban tengah bermain gitar di sekitar lokasi. Tiba-tiba datang sekelompok pria bermotor dengan senjata tajam menyerang korban.

BACA :  Ketua DPW Badak Banten Didesak Mundur

Belum ada keterangan resmi dari Polsek Cisoka dan Polresta Tangerang terkait aksi penyerangan ini. BantenHits.com masih mengupayakan konfirmasi.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler