Connect with us

METROPOLITAN

Pakai Nopol ‘A LLOO OH’ di Mobil Pribadinya, Anggota DPRD Lebak Ini Diberhentikan Polisi

Published

on

Petugas Satlantas Polres Lebak saat menindak kendaraan pribadi milik Anggota DPRD Lebak F-PPP Imad Humaedi. (Istimewa).

Lebak- Imad Humaedi anggota DPRD Kabupaten Lebak diberhentikan petugas Satlantas Polres Lebak saat melintas di Jalan Raya Rangkasbitung-Cipanas, Senin, 25 November 2019.

Wakil rakyat Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu terjaring razia yang diselenggarakan Satlantas Polres Lebak di eks Terminal Cileweung. Bukan tanpa alasan, pria yang sempat menjabat sebagai kepala desa Paja, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak itu diberhentikan lantaran diduga telah melanggar peraturan.

Menggunakan plat nomor polisi (Nopol) A LLOO OH di mobil Honda Jazz merah pribadinya jadi alasan Satlantas Polres Lebak memberhentikan kendaraan milik Imad.

Kepada awak media, Imad membenarkan telah diberhentikan petugas kepolisian saat berkendara di Jalan Raya Rangkasbitung-Cipanas.

“Ya betul, kemarin saya ada razia dan itu udah beres. Dan saya disuruh membuat izin beritanya itu angka 1 atau 7 oleh petugas, tapi sekarang sudah beres dan tidak ada masalah lagi,”kata Imad Humaedi saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa, 26 November 2019.

Pria yang juga sempat menjadi Pendamping Jamsosratu itu mengaku telah mengurus plat nomor mobil honda jazz merah miliknya  di Samsat Rangkasbitung.

 “Sebelumnya, plat mobil saya belum beres mutasi dari Bandung, dan mau di ganti dengan nopol A 1100 OH. Maka agar tidak kosong saya memasang nopol A LLOO OH. Kemarin sudah beres dari Samsat dan sudah diganti sesuai samsat,”tuturnya.

Sementara Kepala Satuan Lalulintas Polres Lebak Ajun Komisaris Polisi (AKP) Fikry saat disinggung wartawan mengenai standarisasi nopol yang digunakan Aleg F-PPP menyebut bahwa nopol tersebut tidak standar.

“Ya, ga standar lah,”ucap Fikry.

Ia menegaskan akan menindak siapapun pengendara yang menggunakan nopol tidak sesuai standar.

“Intinya, kita lakukan tindakan mau siapapun orangnya. Kalau standar, yang diberikan oleh pihak Samsat,”ujarnya.

Editor: Fariz Abdullah

Trending