Connect with us

Berita Terbaru

Ada di Tengah Laut saat GAK Meletus, Nelayan Sumur Ungkap Fenomena Ini

Published

on

Aktivitas Gunung Anak Krakatau (tweeter Sutopo)

Aktivitas Gunung Anak Krakatau atau GAK beberapa waktu lalu. (Twitter Sutopo)

Pandeglang – Gunung Anak Krakatau atau GAK meletus dan meluapkan lahar sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi, 10-11 April 2020.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, letusan GAK tak menunjukkan adanya anomali pada permukaan air laut.

“Sehingga berdasarkan monitoring muka laut yang dilakukan BMKG menggunakan Tide Gauge dan Radar Wera menunjukkan bahwa erupsi Gunung Anak Krakatau tadi malam tidak memicu terjadinya tsunami,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2020.

Air Laut Tak Tenang

BACA :  Curi Motor, Pemuda Asal Pandeglang Babak Belur Dihajar Warga

Arif, seorang nelayan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, sedang berada di Perairan Ujung Kulon ketika GAK meletus, Jumat malam.

Kepada wartawan BantenHits.com Engkos Kosasih, Arif menuturkan kesaksian sepanjang malam itu.

Arif bercerita, kejadian letusan GAK benar-benar membuat dia takut, karena air laut tidak terlihat tenang, sehingga dia terus kepikiran keluarga di rumah.

Perasaan cemas yang mendera Arif, bukan tanpa sebab. Pasalnya, baru setahun ke belakang ini para nelayan melewati musibah dahsyat tsunami yang memporak-porandakan kehidupan mereka.

“Kalau semalam kami memang merasa khawatir dan takut jadi kami pulang ke daratan karena ingat keselamatan keluarga di rumah,” ujarnya.

Kembali Melaut

Meski sempat didera cemas, pantauan BantenHits.com, sejumlah nelayan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, sudah kembali melaut, Sabtu, 11 April 2020.

BACA :  BKD Pandeglang Siapkan Sanksi PNS yang Bolos Usai Libur Lebaran

Meski GAK meletus, gelombang di sekitar pesisir pantai terlihat tenang. Nelayan pun, melaut seperti biasa, seolah tidak ada apa-apa.

“Saya sudah melaut kembali sore ini dengan beberapa nelayan, karena kebutuhan dan penghasilan saya dari melaut,” kata Arif, Sabtu, 11 April 2020.

Begitulah kehidupan nelayan. Mereka dipaksa tetap mengarungi laut lepas, menepikan cemas demi anak dan istri.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler