Connect with us

Berita Terbaru

Warga Mulai Pertanyakan Waktu Pembangunan Sport Center Rp983 Miliar di Banten

Published

on

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten, M. Yanuar saat memberikan keterangan pers mengenai pembangunan Sport Center. (BantenHits.com/Mursyid Arifin)

Serang- Warga Kecamatan Curug, Kota Serang mulai mempertanyakan pembangunan gedung Sport Center. Mengingat pembangunan gedung yang menelan dana Rp983 miliar itu disebut-sebut harus rampung pada tahun 2021.

“Kami bangga dengan adanya proyek Sport Center’di daerah ini. Namun kami tidak tauh kapan akan dimulainya. Yang kami tahu lahan ini sudah ada sejak 10 tahun lalu,”ujar Samsul Ma’arif, Warga Kelurahan Kemanisan, Curug, Kota Serang, Selasa, 4 Agustus 2020.

Samsul juga meminta agar pembangunan bangunan yang berdiri di atas lahan 60 hektare itu melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan, pemerintah juga harus menyentuh terhadap pemberdayaan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), termasuk bahan-bahan lokal. 

BACA :  Walikota Ancam Coret CV Mutiara Ujung Kulon

“Tetapi, jika dibangun tahun ini warga lokal tolong dilibatkan biar tidak hanya jadi penonton,”katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi Banten, M. Yanuar mengaku telah mengabulkan permintaan masyarakat. Ia mengklaim hal itu sudah selesai dibicarakan dengan pihak kontraktor bahkan sudah ditandatangani di dalam surat perjanjiannya secara spesifik.

“Sudah diurus, semua tinggal selesai aja. Sama kontrak sudah ditandatangai. Pekerja lokal kita sudah munculkan dinkontrak,” kata Yanuar saat diwawancara, di Kawasan Pusat Pemerintah Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Rabu, 5 Agustus 2020.

Menurut Yanuar, pembangunan Sport Center sendiri saat ini hanya menunggu waktu proses pengerjaan saja dari pemenang lelang. Sebab, sesuai rencana pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang memakan anggaran 983 miliar itu ditargetkan harus rampung pada 2021 mendatang. 

BACA :  Pengungkapan Laka Maut; Ditlantas Polda Banten Tangkap Sopir Bus Kramat Djati, Sopir Bus ALS Masih Buron

“Soalnya harus diukur-ukur dulu, dileveling dulu. Setelah itu udah tinggal fisik,” imbuhnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Cihara, Kabupaten Lebak ini, dikenal aktif berorganisasi. Sejak sekolah hingga kuliah, jabatan strategis dalam organisasi pernah diembannya. Mursyid dikenal memiliki daya juang dan dedikasi tinggi dalam pekerjaannya.

Terpopuler