Connect with us

Advertorial

Alhamdulillah! Meski Pandemi COVID-19 Pendapatan Pajak Kabupaten Tangerang Melebihi Target 104,59 Persen pada November 2020

Published

on

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat menjelaskan soal pendapatan pajak Kabupaten Tangerang yang meningkat di masa pandemi Covid-19. (Foto: tangerangkab.go.id) 

Tangerang – Meski pandemi COVID-19 masih melanda, Pemerintah Kabupaten Tangerang berhasil mencapai target pendapatan 104,59 persen di sektor pajak pada November 2020 ini.

Dikutip BantenHits.com dari laman tangerangkab.go.id, pemerintah Kabupaten Tangerang menargetkan untuk Pajak Daerah senilai Rp 1.498.850.000.000. Hingga November sudah terealisasi sebesar Rp. 1.567.668.816.081.

Pendapatan Pajak Daerah tersebut diperoleh dari hasil pajak PBB, Pajak BPHTB, Pajak Air Bawah Tanah, Pajak Parkir, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Reklame, Pajak Hiburan, Pajak Restoran dan Pajak Hotel.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, di tengah pandemi COVID-19 selain petugas medis yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19, Wajib Pajak yang patuh pun menjadi pahlawan untuk membiayai Pemerintah Daerah dalam menanggulangi wabah virus yang terjadi di berbagai daerah.

BACA :  Gawat! Bansos Covid-19 Rawan Diselewengkan untuk Menekan Lawan Politik di Pilkada

“Wajib pajak yang patuh membayar pajak salah satu pejuang COVID-19, dalam hal pencegahan penanganan COVID-19 di Kabupaten Tangerang selain tenaga medis, Aparatur Pemerintah hingga TNI dan Polri,” ucap Zaki yang terus semangat melawan wabah COVID-19 di wilayahnya.

Penanganan COVID-19 di Kabupaten Tangerang terus dilakukan mulai dari sisi kesehatan, ekonomi dan sosial. Kesehatan sudah disiapkan RSUD Kabupaten Tangerang, RSUD Balaraja, Rumah Singgah COVID-19 Griya Anabatic dan Hotel Yasmin Binong, Penanggulangan Dampak Ekonomi, Bantuan Sosial Tunai untuk masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Sudah memenuhi target, bahkan sampai 104,59 persen. Kondisi selama pandemi COVID-19 kita harus bekerja extra untuk terus menunjang Pendapatan Asli Daerah, karena nantinya akan digunakan kembali untuk membiayai pembangunan dan pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” kata Zaki melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang Soma Atmaja

Perolehan sektor pajak yang melebihi target, membuktika aktivitas niaga di Kabupaten Tangerang tidak lesu meski dilanda pandemi COVID-19.

BACA :  Ditanya soal Potensi Tsunami 20 Meter di Banten, WH: Udah Jangan Ngomong Tsunami Puyeng

“Keterbatasan di tengah pandemi menjadi tantangan, selain tidak bisa bertatap muka dengan wajib pajak, alhamdulillah inovasi terus kita lakukan,” jelasnya.

Untuk menggenjot target perolehan pajak, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Tangerang menerapkan strategi 4K di antaranya, kemudahan dalam melakukan pelayanan perpajakan dan kemudahan dalam hal pembayaran.

Wajib pajak dapat langsung membayar kewajiban perpajakannya kepada tempat atau chanel-chanel yang sudah disiapkan seperti indomart, Alfamart, e-commerce tokopedia, bukalapak, Bank BJB tidak ada lagi oleh petugas langsung.

“Kenyataan pada prinsipnya Pemkab Tangerang dapat memberikan fungsi pelayanan, fungsi Pemberdayaan, fungsi Pembangunan bahwa masyarakat sendiri dapat merasakan hasil pajak yang dibayarkan menjadi infrastruktur dasar seperti Gedung Sekolah, Tiga Rumah Sakit Umum Daerah, dan jalan-jalan di Kabupaten Tangerang cukup baik hingga kepelosok Desa,” paparnya.

“Komitmen kita sebagai petugas komitmen ketika diamanatkan target oleh Pimpinan dan oleh masyarakat melalui DPRD semua satu semangat berinovasi dan berdedikasi agar mencapai target,” sambungnya.

BACA :  Anggaran Ditarik Pusat, 10 Paket Pekerjaan Jalan, Jembatan dan Irigasi di Pandeglang Senilai Rp 36 Miliar Batal Dilaksanakan

Sementara itu, Kabid Pajak Bumi dan Bangungan (PBB) dan Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangungan (BPHTB) Bapenda Kabupaten Tangerang, Dwi Candra Budiman menambahkan, ada beberapa program yang digulirkan jajarannya, mulai dari Gebyar Agustus, September Bangkit dan Oktober Gemilang.

“Kami juga memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar pajak. Bisa dengan melakukan pembayaran melalui online,” kata Dwi Candra yang merupakan putra kelahiran Legok ini.

Kendati demikian, ada juga beberapa kendala yang ditemui di lapangan. Terlebih saat ini masih dalam kondisi pandemi.

“Keterbatasan ini yang menjadi kendala. Selama pandemi para pegawai juga ada yang sebagian WFH, kami juga tidak bisa langsung tatap muka dengan wajib pajak. Namun kami selalu ikhtiar hingga Alhamdulillah target bisa tercapai,” ungkapnya.

Untuk tahun ke depan Dwi menyebut akan meningkatkan pelayanan lebih baik lagi. Dengan menghadirkan inovasi serta program – program yang lebih kreatif. (Advertorial)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler