Connect with us

Advertorial

Kreatif Itu bukan Melulu soal Karya Tapi Jadi Solusi Terutama di Masa Pandemi COVID-19

Published

on

Muhammad Luqman Baehaqi, Pendiri PRAKARDUS dan Elizabeth Santosa, Psikolog Anak dan Pendidikan menjadi pembicara dalam dialog bertema Pandemi Tak Halangi Kreasi di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020. Dalam kesempatan itu, Muhammad Luqman berbagi kisah soal bantuan untuk UMKM. (Foto: DOK. KPCPEN/covid19.go.id)

Jakarta – Kreativitas merupakan salah satu kemampuan manusia yang dapat digunakan dalam mencari jalan keluar. Apakah kreativitas itu murni bakat atau sesuatu yang dapat dilatih? 

Elizabeth Santosa, Psikolog Anak dan Pendidikan, mengupas soal kreativitas dalam Dialog Produktif yang mengangkat tema ‘Pandemi Tak Halangi Kreasi’ yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat, 11 Desember 2020 bertempat di Media Center KPCPEN.

“Dalam melatih kreativitas maka latihlah sesuai dengan bakat dan minat. Seperti pepatah, asah pisau di sisi yang tajam jangan di sisi yang tumpul,” jelasnya.

BACA :  Waspada! BMKG Memprediksi Ada Hujan Angin Ekstrim di Masa Peralihan Cuaca

Lebih lanjut dikatakan Elizabeth, kreativitas itu memang bakat namun dapat juga ditumbuhkan dengan melatihnya.

“Jadi kalau saya bisa katakan, kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, decision making. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja,” tukasnya.

Kreativitas, lanjut Elizabeth, adalah cara berpikir divergen. Artinya punya banyak alternatif. Kalau tidak bisa lewat cara A maka bisa lewat cara B atau C. Kemudian critical thinking itu sifatnya konvergen yang arahnya mengerucut.

“Bagusnya, manusia itu mempunyai kemampuan berpikir baik secara konvergen dan divergen,” paparnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit. Pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul. (ADVERTORIAL)

BACA :  Mengenal Sosok Muhamad Nasir Ali Muhidin; Kiyai Sekaligus Master Kerajinan Bambu 'Gelas Bertuah'



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler