Connect with us

Berita Utama

Menteri BUMN Erick Thohir Jangan ‘Omdo’ soal Indikasi Korupsi di PT KS, Sebaiknya Lapor BPK!

Published

on

PT Krakatau Nippon Steel Sumiskin Tapaki Bisnis Baja Otomotif di Indonesia

Suasana di ruang produksi PT Krakatau Nippon Steel Sumiskin, salah satu anak grup PT Krakatau Steel beberapa waktu lalu. PT Krakatau Nippon Steel Sumiskin bertekad menapaki bisnis baja otomotif di Indonesia. (Dok.BantenHits.com)

Jakarta – Wakil Rakyat asal Banten, Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto meminta Menteri BUMN, Erick Thohir mengambil tindakan tegas terkait adanya indikasi korupsi di PT. Krakatau Steel.

Menurut Mulyanto, Erick bisa minta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif untuk memperjelas adanya indikasi korupsi di BUMN tersebut.

“Menteri BUMN jangan omdo (omong doang). Kalau memang melihat ada indikasi korupsi di PT. Krakatau Steel sebaiknya langsung ambil tindakan. Segera lapor BPK agar dapat diketahui dengan pasti jumlah kerugian negara serta indikasi pelanggaran kepatuhan yang terjadi,” tegas Mulyanto dalam keterangan tertulis kepada BantenHits.com.

BACA :  Pemkot Serang Cabut Izin Pedagang yang Tak Jual Garam Beryodium

Politisi PKS itu menambahkan Erick harus periksa semua pejabat yang bertanggungjawab. Tindakan ini penting dalam rangka penegakan hukum dan pelajaran bagi manajemen dalam mengelola BUMN ke depan.

“Karena kita menginginkan industri baja yang kokoh, memiliki nilai tambah dan berdaya saing tinggi. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan domestik dan melakukan ekspor produk ke luar negeri untuk meningkatkan devisa negara,” kata Mulyanto.

Mulyanto mengingatkan Erick agar tidak menganggap remeh dan membiarkan temuan korupsi ini. Sebab bila dibiarkan dapat menimbulkan keresahan. Padahal PT Krakatau Steel saat ini sedang bergeliat mencetak laba.

Sebelumnya diberitakan Menteri BUMN Erick Thohir menemukan indikasi korupsi di tubuh PT Krakatau Steel Tbk (Persero). Indikasi itu muncul dari utang perusahaan yang mencapai US$2 miliar atau Rp28,515 triliun (Kurs Rp14.257 per dolar AS).

BACA :  Gelar Aksi Usai Salat Jumat, Ratusan Umat Islam di Banten Desak Polisi Tangkap Sukmawati

Erick menjelaskan utang itu berasal dari investasi Krakatau Steel yang mencapai US$850 juta. Perusahaan sebelumnya menginvestasikan dana tersebut dalam proyek blast furnace. Dan ternyata proyek blast furnace mangkrak.

Editor: Fariz Abdullah



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler