Connect with us

Berita Terbaru

Habiskan Duit APBD sampai Miliaran, Sarana Angkutan Umum Massal di Kota Cilegon Terbengkalai

Published

on

Sarana Angkutan umum massal atau SAUM Dishub Cilegon yang berada di Jalan Lingkar Selatan Cilegon. (BantenHits/Iyus Lesmana)

Cilegon- Anggota Komisi III DPRD Cilegon, Rahmatullah menilai bangunan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) di Kota Baja mubadzir.

Bukan tanpa alasan, bangunan yang dibangun menggunakan dana miliaran rupiah dari APBD Kota Baja saat ini kondisinya terbengkalai.

Program SAUM sendiri diketahui diluncurkan pada 2019 lalu yang menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon hingga miliaran rupiah.

Namun saat ini, fasilitas pelayanan transportasi gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat itu pun tak lagi terlihat beroperasi.

Bus Trans Cilegon Mandiri yang awalnya diperuntukkan mengangkut masyarakat dari mulai Terminal Seruni hingga Ciwandan melalui Jalan Aat-Rusli atau yang dikenal juga dengan Jalan Lingkar Selatan (JLS) tak lagi terlihat beroperasi.

BACA :  Pasien Kejiwaan di Tempat Pengobatan Alternatif Tewas Misterius

Politisi partai Demokrat Kota Cilegon tersebut mengatakan jika, shelter bus yang berada disejumlah titik yang berada di sepanjang JLS, tampak terbengkalai dan rusak.

“Selama ini saya belum melihat SAUM ini beroperasi kembali, lalu sarana penunjang seperti shelter juga dibangun angka milyaran sampai hari ini manfaatnya belum ada,”kata Rahmatullah.

“Saya lihat juga di Terminal Seruni Cilegon, saya langsung cek shelternya juga sudah acak-acakan, saya lihat sendiri langsung. Sudah terbangun, atapnya sudah pada jebol, besi-besinya sudah pada rusak, ya pokoknya tidak layak dan tidak terpakai,”tambahnya.

Dishub Cilegon, menurut Rahmatullah harus segera memikirkan ulang program SAUM yang telah menelan anggaran miliaran rupiah tersebut agar kembali dapat difungsikan.

BACA :  Gubernur Siap Ladeni Gugatan soal Bank Banten, Dua 'Orang Dekat' Diduga Ingin Bajak Saksi Ahli Penggugat Masih Misterius

Serta Dishub Cilegon sebaiknya segera membenahi manajemen agar fasilitas transportasi pada program SAUM tersebut dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Jadi jangan APBD ini terbuang sia-sia, tidak termanfaatkan oleh masyarakat. Supaya masyarakat yang tidak punya kendaraan bisa menggunakan fasilitas yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Cilegon yang sudah ada,”katanya.

“Jangan cuma membuang anggaran, kan APBD untuk rakyat, di mana termanfaatkan oleh masyarakat. Jangan operasionalnya baru sekali, dua kali, ke sininya sudah hilang, lenyap begitu saja,”sambungnya.

Rahmatullah juga menegaskan, siapapun Kepala Dishub dan Kepala Daerah Cilegon untuk segera memperbaiki manajemen dengan menempatkan SDM yang tepat, serta membenahi fasilitas yang ada agar program SAUM tersebut dapat kembali berjalan dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

BACA :  Vaksinisasi Pelajar Usia 6-12 Tahun di Kabupaten Pandeglang Terkendala Persetujuan Orang Tua

“Boro-boro berbicara pendapatan, malah yang ada perawatan terus. Yang begini ini tolong Dishub bisa menjalankan program ini, diperbaiki. Saya kira karena itu masuknya aset dan Dishub juga masuk mitra Komisi III, ini akan menjadi perhatian teman-teman Komisi III soal evaluasi-evaluasi yang terjadi saat ini supaya bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Menanggapi program SAUM yang tak kembali beroperasi dan terbengkalai tersebut, Kepala Dishub Cilegon Andi Affandi mengaku tak mendapat anggaran di tahun 2022 untuk operasional serta perawatan.

“Terkait SAUM di tahun anggaran 2022 tidak lagi ada anggaran untuk operasional. Oleh karena itu, nanti akan kami bicarakan dengan Bappeda untuk kelanjutannya,” pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah

Caption Foto : Kondisi SAUM Yang Berada DI Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon

 

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler