Connect with us

Berita Terbaru

Hepatitis Akut Jadi Momok Baru, Dinkes Pandeglang Gencarkan Sosialisasi untuk Antisipasi Penularan

Published

on

Kepala Dinkes Pandeglang saat sosialisasi pencegahan hepatitis akut secara virtual. (BantenHits.com/ Samsul Fatoni).

Pandeglang – Wabah pandemi COVID-19 hingga saat ini belum dinyatakan berakhir. Namun sekarang masyarakat dan pemerintah dikagetkan dengan munculnya kasus hepatitis akut. 

Meski kasus hepatitis akut masih dianggap misterius, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, melalui Dinas Kesehatan setempat mulai melakukan sosialisasi pencegahan penyakit tersebut. 

Sosialisasi yang dilakukan secara virtual itu, dengan harapan para petugas kesehatan di tiap fasilitas kesehatan di masing – masing wilayah agar mampu menyampaikan pencegahan hepatitis akut kepada masyarakat. 

Salah satu dasar upaya dalam mencegah penyakit misterius tersebut, dengan cara meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

BACA :  Kakak Iman Aryadi dan Ketua DPC PDI Perjuangan Berebut Kursi Calon Wakil Wali Kota Cilegon, Personel Gabungan Disiagakan

“Seperti rutin melakukan cuci tangan, makan makanan yang dipastikan matang, tidak bergantian alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit (P2) Dinkes Pandeglang, Samsudin saat sosialisasi pencegahan hepatitis akut, Sabtu 14 Mei 2022.

Cara pencegahan lainnya melalui saluran pernafasan lanjut Samsudin, kurangi mobilitas, gunakan masker jika bepergian, jaga jarak dengan orang lain dan hindari keramaian atau kerumunan. 

“Sampai saat ini alhamdulillah di wilayah Pandeglang masih aman. Namun upaya pencegahan sejak dini kita lakukan,” katanya. 

Dijelaskannya, hepatitis akut berat yang belum diketahui penyebabnya adalah, gejala awal mual, muntah, diare berat dan demam ringan. 

BACA :  Truk Box Pengangkut Tepung Tersungkur di Jalan Raya Labuan - Pandeglang

“Adapun gejala lanjutan, air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB berwarna putih pucat. Warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang dan kesadaran menurun,” jelasnya. 

Adapun langkah – langkah penanganan hepatitis tersebut ada empat cara. Hindari gejala awal seperti diare, muntah, mual, sakit perut dan disertai demam ringan. 

Jika muncul gejala awal, masyarakat tidak perlu panik segera bawa pasien ke Puskesmas, dan Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. 

“Jangan menunggu muncul gejala lanjutan, seperti kulit dan mata kuning. Jika terjadi penurunan kesadaran, segera bawa pasien ke Rumah Sakit dengan fasilitas ICU anak,” jelasnya lagi. 

Saat ditanya yang rawan terserang hepatitis akut itu apakah anak – anak, orang dewasa atau lanjut usia. Samsudin mengaku, yang rentan terserang penyakit misterius itu anak – anak.

BACA :  Berikut Identitas Terduga Teroris yang Ditangkap di Tangerang

“Memang penyebabnya belum diketahui dan hepatitis akut itu masih misterius. Tapi upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin,” tambahnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, RD Dewi Setia ni membenarkan, jika pihkanya telah melakukan sosialisasi dan melayangkan Surat Edaran ke tiap Puskesmas dan Rumah Sakit mengenai pencegahan hepatitis akut. 

“Namun kami berharap masyarakat tidak usah panik, yang terpenting perilaku Hidup Bersih dan Sehat harus dijaga dengan baik,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Samsul Fatoni memulai karier jurnalistik di sejumlah media massa mainstream di Banten. Pria yang dikenal aktivis semasa kuliah ini memutuskan bergabung BantenHits.com karena ingin mendapatkan tantangan dalam berkarya.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler