Connect with us

WISATA

Sorga Bernama Pulau Liwungan yang Dikabarkan Burung Camar

Published

on

Suara gemuruh mesin perahu memecah gelombang. Sinar perak memantul dan berpendar di permukaan air laut yang hijau kebiruan. Sekawanan burung camar yang atraktif terus mengusik penglihatan. Mereka menukik tajam dari udara ke dalam air. Memangsa udang dan ikan hanya dalam satu gerakan.

Sepanjang perjalanan dari Pantai Kerang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang menuju Pulau Liwungan, burung-burung camar itu tak pernah berhenti beratraksi. Ketika perahu mulai mendekati Pulau Liwungan, segala keindahan mulai menyergap. Inilah Pulau Liwungan, sorga yang dikabarkan burung camar.

Pulau Liwungan berada di lepas Pantai Panimbang. Untuk mencapai Pulau Liwungan, wartawan Banten HitsDian Sucitra berangkat dari Kota Serang dengan mengendarai sepeda motor. Dibutuhkan waktu dua jam untuk mencapai lokasi penyebrangan, yakni Pantai Kerang, Kecamatan Panimbang. 

Jika ditempuh menggunakan minibus, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Panimbang sekira tiga jam lamanya. Sepanjang perjalanan Anda akan menikmati medan yang meliuk-liuk. Cukup melelahklan tapi pastinya akan berakhir menyenangkan.

Tidak ada penginapan yang sengaja dibangun di Pulau Liwungan. Karenanya, Anda harus menyewa penginapan yang tersebar di sepanjang pantai itu. Kisaran harganya Rp 400 ribuan. Atau jika ingin menggunakan gaya backpacker, Anda bisa menginap di rumah penduduk setempat kenalan Anda.

Untuk mencapai Pulau Liwungan memang harus menggunakan perahu penyebrangan, kecuali jika Anda seorang Marinir yang sedang dalam proses latihan. Di sepanjang Pantai Kerang, Anda akan mudah menemukan perahu untuk disewa. Tanyakan saja pada penduduk setempat, pasti mereka akan dengan mudah menunjukkannya.

Heru, salah seorang pengelola perahu yang disewakan untuk menyebrang ke Pulau Liwungan memasang tarif Rp 700 ribu. Setelah bernegosiasi, kami sepakat dengan harga sewa perahu Rp 500 ribu, pulang pergi, termasuk mengantar kami ke lokasi snorkling. Sementara untuk mendapatkan alat-alat snorkling, kami menyewa sebesar Rp 50 ribu.

Saat menginjakkan kaki di atas pasir Pulau Liwungan, saat itulah kami sadar kenapa Pulau Liwungan sangat layak menjadi bahan jualan para pelaku bisnis pariwisata pantai barat daya Banten.

Sebagian besar pantai di Pulau Liwungan memang berkarang. Namun, karang-karang itu justru terlihat semakin melengkapi keindahan. View-nya cocok bagi mereka yang hobi memotret landscape, kecuali beberapa spot yang mengganggu pemandangan, yaitu sampah. 

Satu hal, pastikan Anda membawa snack dan air minum, karena di tempat ini tak ada warung penjual makanan minuman, apalagi mini market. 

Karena tujuan utama kami snorkling, kami langsung menghampiri Heru yang sudah menyiapkan peralatan snorkling menunggu di perahu dengan senyum ramahnya. Pemandangan di dasar laut Pulau Liwungan tak kalah menarik dengan di permukaan. Semua yang terlihat di sini memang sorga….(Rus)

Trending