Connect with us

METROPOLITAN

Marak Kekerasan Anak, Tangsel Masih Kota Layak Anak?

Published

on

Tangsel – Salah satu faktor maraknya kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak dikarenakan minimnya pemahaman yang dimiliki anak tentang reproduksi seksual. Padahal, pengetahuan ini dinilai penting agar anak bisa melindungi diri dari predator anak.

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi salah satu kota di Indonesia yang dinobatkan menjadi Kota Layak Anak (KLA). Salah satu tolak ukurnya adalah, hak-hak anak terpenuhi termasuk hak anak mendapatkan perlindungan secara khusus dari kekerasan.

Sepanjang tahun 2016, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangsel mencatat, ada 136 kasus kekerasan dan 25 kasus kekerasan yang menimpa anak terjadi di awal tahun 2017, 70 persen merupakan kasus pelecehan seksual.

BACA :  Dukung Aksi Buruh, Zaki Naik Mobil Komando

Meski kasus kekerasan terhadap anak masih marak, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menegaskan, Tangsel masih menjadi KLA.

Ia justru menilai, banyaknya laporan yang diterima baik oleh kepolisian maupun P2TP2A menandakan masyarakat semakin paham dan mau melaporkan kasus tersebut.

”Artinya, orangtua sudah mulai sadar kekerasan anak adalah kejahatan yang harus dihentikan dan dilaporkan untuk ditindaklanjuti. Sebelum ada P2TP2A, masyarakat sulit melaporkan dan akhirnya kasus ini tidak terungkap,” kata Airin seusai apel HUT Satpol PP ke-55, Selasa (23/5/2017).

Airin meminta, kehadiran P2TP2A bisa menjadi tempat masyarakat mengadukan segala sesuatu yang mengarah pada kekerasan anak.

”Kita coba dekatkan tim satgas anak untuk memeriksa hal yang mencurigakan se dini mungkin,” tuturnya.

BACA :  Dukung Komisi V Sikapi Dana Hibah 2018, WH: Bantuan 2012-2017 Juga Harus Periksa

Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widyanto menyebut, kasus kekerasan rentan menyasar anak-anak karena dianggap lebih lemah oleh para pelaku.

”Laporan ini meningkat karena orangtua sudah tahu kemana

mereka harus melapor. Tahun lalu memang tidak sebanyak sekarang. Kita berupaya bekerja lebih keras untuk ini,” tandasnya.(Nda)



Terpopuler