Connect with us

METROPOLITAN

Penetapan Tersangka Direktur PT TJM Dinilai Janggal

Published

on

Cilegon – Direktur PT Tubagus Jaya Mahakarya (TJM), Masduki ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan pada Mei 2017 lalu. Jaya Mahakarya dilaporkan ke Polres Cilegon oleh Wijoseno.

Kuasa hukum Masduki, Sudiharto Tampubolon menilai ada yang janggal dalam penetapan tersangka kliennya. Menurutnya, penetapan tersangka terhadap Masduki tidak sesuai dengan fakta dan tidak memiliki bukti kuat.

“Unsur Pasal 170 KUHP kepada klient saya tidak terpenuhi. Ada ketidaksesuaian alat bukti atas penetapan klien saya. Tidak ada dasar bukti yang menyatakan kalau klien saya melakukan dugaan tindak pidana. Yang menyerang itu bukan klien saya,¬† tetapi malah dia yang dituduh,” kata Sudiharto, Rabu (1/11/2017).

BACA :  56 Ribu Orang Berhasil Diselamatkan Jajaran Polresta Tangerang Setelah Menangkap 22 Orang Ini

Sudiharto mengungkapkan, saat itu PT TJM mendapat Surat Perintah Kerja (SPK) dari Pelindo untuk melaksanakan pekerjaan bongkar muat. Namun, saat akan dilakukan pengiriman ramdoor, Masduki dihadang oleh sejumlah orang tak dikenal di depan pintu masuk pelabuhan. Permasalahan itu kemudian di tengahi oleh Polsek Puloampel.

“Klien saya sama sekali tidak melakukan tindakan penyerangan terhadap pelapor,” tegasnya.

Dianggap tidak profesional, Masduki dan kuasa hukumnya mendatangi Mapolda Banten.

“Kami datang ke polda untuk meminta keadilan dan diterima oleh Wakapolda Kombes Tomex Kurniwan dan langsung merespon pengaduan dengan dilakukan gelar khusus,” ujarnya.

Masduki sangat menyayangkan penetapan tersangka terhadap dirinya. Ia menilai proses penyidikan yang dilakukan terkesan tidak profesional.

BACA :  Fakta Kepala Toko Bakar Indomaret Cileles Lebak: Pakai Popok hingga Terlilit Hutang Rp40 Juta

“kita merasa dizolimi dan diputarbalikkan fakta. Sampai saat ini tidak ada ke arah positif. Makanya kita mencari keadilan ke Polda Banten. Sebagai pengusaha, kami merasa tidak nyaman,” keluhnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Dadi Perdana Putra enggan memberikan tanggapan.

“Langsung saja ke humasnya mas, saya tidak diperkenankan untuk memberikan penjelasan,” singkatnya.(Nda)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler