Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Serang Sebut Belum Tahu Dampak Pembangkit Listrik Geothermal

Published

on

Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana

Sekda Kabupaten Serang Agus Erwana saat diwawancara soal proyek pembangkit listrik geothermal.(Banten Hits/ Saepulloh)

Serang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang belum mengetahui dampak proyek pembangkit listrik panas bumi (geothermal) di Kampung Wangun, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang yang mendapat penolakan dari warga setempat.

Guna mengetahui dampak baik dan buruknya proyek tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Wakil Bupati Panji Tirtayasa, bersama sejumlah pejabat Pemkab Serang, Dinas ESDM Banten, perwakilan Kementerian ESDM bersama PT Sintesa Geothermal Banten (SGB) menggelar ekspos di Pendopo Bupati, Selasa (20/2/2018). Ekspos tersebut digelar secara tertutup.

BACA JUGA: Ekspos Proyek Pembangkit Listrik Geothermal di Pendopo Bupati Serang Tertutup

BACA :  Diduga Korsleting Listrik, Satu Ruko di Serang Ludes Terbakar

Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Agus Erwana menjelaskan, alasan ekspos tersebut tidak melibatkan warga setempat karena Pemkab Serang belum begitu memahami dampak dari proyek tersebut.

“Jangan kan warga, kita juga belum mengerti. Makanya kita ngundang karena ingin ngerti seperti apa sih,” ucap Agus Erwana kepada awak media.

“Karena (pemahaman) kita tentang geothermal ini masih kurang, kalau kita lihat dari paparan tadi tidak ada yang dikhawatirkan, tetapi kan yang udah pasti, sama awalnya masyarakat dengan kami,” sambungnya.

Agus berjanji, pada ekspos selanjutnya Pemkab Serang bakal melibatkan warga yang menolak proyek tersebut. Bahkan Agus bakal memfasilitasi warga ke manapun supaya betul-betul memahami dampak proyek tersebut.

BACA :  Keok sama Korban Gusuran di PTUN, Wali Kota Cilegon Banding

Agus juga menyebut jika proyek tersebut akan berdampak negatif kepada masyarakat, maka Pemkab Serang memastikan akan mengevaluasi proyek tersebut.

“Kalau itu merugikan masyarakat. Tapi kalau hasilnya luar biasa. Sebagai contoh teko dipanasin. Uapnya itu yang dipake, kalau dingin dimasukin lagi. Jadi gak ada sisa (Limbah) yang dibuang,” tuturnya.

Dengan demikian, pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat yang melakukan penolakan terhadap proyek tersebut. Bahkan jika perlu, menurut Agus, Pemkab Serang mengajak warga untuk melihat proyek di daerah lain yang sudah berjalan.

“Kewajiban kita bersama maupun perusahaan untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya. Kalau perlu kita datang yang sudah berjalan di Bogor dan di Garut,” terang Agus.(Rus)

BACA :  Muncul Perempuan Misterius di Jalan Raya Saketi - Pandeglang yang Curam, Mobil Tangki Pertamina Out Control Hantam Warung Warga



Terpopuler