Connect with us

METROPOLITAN

Kadin Cilegon Dilanda Perpecahan, Sejumlah Pengurus Desak Pembekuan

Published

on

Pengurus Kadin Kota Cilegon Temui Kadin Provinsi Banten

Puluhan anggota Kadin Cilegon saat melakukan audiensi dengan Wakil Kadin Banten Agus R Wisas, Senin, 1 April 2019.(BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Sejumlah pengurus dan anggota Kamar dagang dan industri atau Kadin Kota Cilegon mendesam Kadin Provinsi Banten membekukan kepengurusan Kadin Kota Cilegon di bawah kepemimpinan Sahruji.

Desakan disampaikan kepada Wakil Ketua Kadin Provinsi Banten Agus R. Wisas di kantor Kadin Banten, Senin 1 April 2019.

Menurut Wakil Ketua Cilegon Hamid, Sahruji yang saat ini menjabat Ketua Kadin Kota Cilegon telah menyalahi AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) Kadin.

“Memecat wakil ketua (Ahmad Yusril) tanpa ada mekanisme yang jelas, tanpa mekanisme yang prosedur, otomatis ketika mengangkat pengurus yang baru juga sudah mekanisme sma (tidak jelas) juga,” jelasnya kepada awak media di kantor Kadin Provinsi Banten, Senin 1 April 2019.

BACA :  Bandara Soetta Kondusif, Penumpang Resah Pasca Ledakan di Sarinah

Ia juga menilai bahwa Kadin Cilegon yang saat ini memimpin terkesan arogan dan merasa benar sendiri. Padahal, menurutnya ia sama-sama pengusaha seharusnya bisa membangun bersama Kadin Cilegon dengan baik.

“Saya kecewa dengan kadin sekarang ini karena tidak komitmen. Dulu berkomitmen bahwa satu periode dan dia akan komitmen dengan masing-masing koordinator tingkat kecamatan, tetapi yang ada apa, kecewa. Ketika tidak terlibat tanpa ada koordinasi dengan kecamatan, ia melakukan upaya sendiri sehingga bagi saya ada ketersingungan,” jelasnya.

Ia mengaku, selama ini tidak ada komunikasi dengan baik yang utama dengan wakil ketua dan pengurus di Kadin Cilegon, namun yang ada ketua Kadin Cilegon yang sekarang terus melakukan komunikasi dengan di luar pengurus. 

BACA :  Pembangunan Miniatur Masjid Nabawi di Mandalawangi Terkendala

“Maka hal ini Kadin provinsi Banten harus jelas, sukur-sukur kadin provinsi mendengar kita, gimana membekukan kadin Cilegon yang sekarang, sehingga nanti semua di ambil alih oleh Kadin Provinsi Banten,” tegasnya.

“Saat ini bukan takut di dalam kota, akan tetapi sistemnya di kuasai, KTA di pertanyakan bahwa mau gratis apa bayar, kalau gratis suaranya suruh di dia (Sahruji) ini kan tidak fer, kalau masalah uang saya juga punya uang,” sambungnya.

Ia sangat mengharapkan saat ini Kadin Cilegon sepenuhnya di pegang oleh Kadin Provinsi Banten, guna menciptakan pemilihan yang baik tanpa adanya kecurangan, jelang pemilihan Kadin Cilegon yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2019.

BACA :  Pemkab Tangerang Bantu Bangun Prasarana Hunian Sementara Korban Tsunami di Pandeglang

“Kalau sistemnya di ambil oleh Provinsi fer apapun yang terjadi, kalau saya juga kalah (di pemilihan Kadin cilegon-red) kita terima kalau sistemnya di ambil oleh kadin (Cilegon yang sekarang-red) yang sekarang saya tidak terima dan saya akan melakukan langkah-lanhkah tegas, pembekuan kadin Cilegon itu solusi terbaik bagi kita. Kalau keputusan yang di ambil oleh Provinsi kami akan terima,” pungkasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

 



Terpopuler