Connect with us

BERITA KANDIDAT

Sadar Banyak Janji Kampanye Belum Terwujud, Irna Belum Pasti Maju di Pilkada 2020

Published

on

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku belum pastikan akan maju lagi pada Pilkada 2020. Alasannya, Irna sadar banyak janji-janji saat kampanye belum terwujud. (BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Meski tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dimulai pada September 2019. Namun, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengaku belum tahu pasti apakah bakal maju menjadi calon petahana pada bursa pilkada 2020 di Kabupaten Pandeglang.

Dia beralasan, masih banyak janji politik yang belum diselesaikan di masa ke pemimpinannya dengan Tanto Warsono Arban selama menjabat.

“Kalau ibu belum bisa menyampaikan masih prematurlah, masih banyak janji-janji dengan Pak Tanto yang belum selesai. Kerja dulu, baru punya angan-angan. Jadi ibunya tau diri,” kata Irna, Senin, 17 Juni 2019.

Selain itu, dia juga ingin melihat tingkat kepuasan masyarakat dan ulama terkait ke pemimpinannya. Hal itu, menjadi alasan Irna untuk tidak menentukan sikap menjelang Pilkada 2020.

“Ibu mau lihat respon masyarakat dan ulama dulu, kalau respon masyarakat dan ulama besar kita lihat kedepan,” ujarnya.

Irna mengaku mengapresiasi tentang keramaian bursa Pilkada di Pandeglang, apalagi sampai ada dari kalangan artis seperti Vokalis Jamrud, Krisyanto yang bakal maju.

“Tapi kalau sudah ada rekan-rekan yang menyemarakan bursa pilkada baik dong kita harus disupport untuk kebersamaan. Apalagi dari kalangan artis sangat bagus, jadi Pandeglang gaungnya besar sampe tingkat nasional juga kan,” ungkapnya.

“Tapi yang penting masyarakatnya harus kompak, Pilkada kan agenda ruitin, jangan sampai Pilkada memecah persatuan,” tandasnya.

Editor: Darussalam Jagad Syahdana

1 Comment

1 Comment

  1. Gultor sakti

    24/06/2019 at 12:47

    Pekerjaan rumah yang paling pokok dari bupati Pandeglang sekarang adalah memberikan hunian permanen & layak bagi pengungsi korban tsunami yang sampai saat ini masih menghuni tempat pengungsian sementara…bisa beli mobil (dinas?) mewah masa tidak bisa ngurus warganya yg kena musibah dgn baik???!!tidak cuma cukup ngumpulin gelar akademis tapi tidak mampu prakteknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 18 =

Trending