Connect with us

METROPOLITAN

Tetangga Yakin Penjual Bubur Ayam di Sumur Pandeglang Tak Bersalah

Published

on

Warga dari tiga desa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, yang keracunan bubur ayam terpaksa dirawat di emperan Puskesmas Sumur karena minimnya fasilitas.(BantenHits.com/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Juhed (42) seorang penjual bubur ayam keliling diamankan pihak Polsek Sumur untuk menghindari amuk massa keluarga korban keracunan yang diduga usai mengkonsumsi bubur yang dijual oleh Juhed.

Setelah dimintai keterangan oleh Polisi, Warga Kampung Dayeh Mangseh, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur itu di pulangkan.

Baca Juga: Keluarga Korban Diduga Keracunan Bubur Ayam Ungkap Gejala yang Dialami Dua Anaknya; Mual dan Mulut Berbusa

Saat ini, Polisi masih menunggu hasil uji Laboratorium pihak Dinas Kesehatan Pandeglang, untuk mengetahui penyebab keecaunan tersbut.

BACA :  Cabuli Bocah di Atas Motor, Tukang Ojek Ini Terancam 15 Tahun Bui

Dibalik itu semua, warga di Desa Juhed merasa yakin, bahwa pria yang sudah 8 tahun berjualan bubur ayam tersebut tidak mempunyai niat untuk meracuni konsumen. 

“Pagi-pagi sebelum warga Desa Cigorondong keracunan, Juhed jualan bubur disini (Sekitar Rumahnya) Disini juga banyak yang beli, tapi enggak keracunan, sehat-sehat saja,” kata Heni kepada Bantenhits, Minggu, 29 Desember 2019.

Menurut Heni, Juhed orang yang sangat baik dan ramah terhadap pembeli. Bahkan, kalau anak-anak yang beli bubur, meski beli dengan harga Rp1000 selalu di kasih. Heni beranggapan, bahwa hal tersebut adalah ujian bagi Juhed.

“Dia mah orang baik, saya tidak nyangka bakal kena musibah seperti ini. Kasihan, mana dia orang yang kurang punya, anaknya banyak. Ini mah ujian buatnya,” ujarnya.

BACA :  Dindik Banten Perpanjang Masa Pendaftaran PPDB

Editor: Fariz Abdullah



Memulai karir jurnalistik di BantenHits.com sejak 2016. Pria kelahiran Kabupaten Pandeglang ini memiliki kecenderungan terhadap aktivitas sosial dan lingkungan hidup.

Terpopuler