Connect with us

Berita Terbaru

Buruh Sepatu Oakley di Kab. Tangerang Teriak-teriak soal Cuti Tahunan hingga BPJS Kesehatan

Published

on

Buruh Sepatu Oakley saat menggelar aksi unjuk rasa. (Bantenhits/Rikhi Ferdian)

Tangerang- Para karyawan PT Agio Multimex Internasional Group yang berlokasi di Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menggelar unjuk rasa, pada Rabu 24 Maret 2021.

Dalam aksinya, para buruh sepatu merk Oakley itu menyatakan rasa kecewanya dengan sikap manajemen perusahaan yang dinilai mendiskriminasi hak-hak karyawan.

Sedikitnya, ada 7 tuntutan yang disuarakan diantaranya para buruh meminta diikutsertakan ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS kesehatan. Selain itu, pihak perusahaan juga diminta menerapkan jam kerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Para buruh juga meminta pihak perusahaan bisa memberikan hak cutinya mulai dari cuti melahirkan, cuti tahunan serta cuti-cuti lainnya.

BACA :  KPAI: Negara Bisa Ambil Alih Pengasuhan Bocah Evelyn

Tak hanya itu, mereka juga meminta perusahaan bisa mengangkat status buruh kontrak menjadi karyawan tetap dan bisa mempekerjakan kembali para buruh yang terkena PHK sepihak serta diberi kebebasan dalam berserikat.

“Ada sebuah pelanggaran di PT Agio Multimex terhadap hak-hak pekerja. Tuntutannya adalah perusahaan bisa menjalankan hak-hak normatif buruh sesuai dengan perundang-undangan,” Kata Asman Hidayat selaku Advokasi dari FSB Garteks Tangerang Raya mewakili para buruh PT Agio Multimex.

Ia juga mengungkapkan, jika pada tahun 2018-2020 ada penangguhan UMK terhadap para karyawan. Akan tetapi sampai saat ini pihak perusahaan belum juga membayarkan penundaan gaji yang dianggap menjadi piutang perusahaan kepada para buruh.

“Padahal kami berharap hal seperti ini bisa dikomunikasikan oleh perusahaan kepada para buruh tapi selama ini tidak ada,” Imbuhnya

BACA :  Otak Perampokan Truk Bermuatan TV di Tol Tangerang-Merak Mantan Polisi

Para buruh juga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa selama tiga hari berturut-turut apabila tuntutannya tak digubris oleh pihak perusahaan yang telah berdiri sekitar 10 tahun tersebut.

“Kalau tuntutan tidak dipenuhi sesuai surat aksi kita aksi akan berlanjut selama tiga hari ke depan. Kami juga berharap pihak dinas bisa melihat kondisi perusahaan ini karena sudah terjadi pelanggaran,” Pungkasnya.

Editor: Fariz Abdullah



Pria kelahiran Jakarta ini memiliki latar belakang sarjana pendidikan. Ketertarikan pada dunia literasi membuat Rikhi--begitu dia biasa dipanggil--memilih jalan hidup sebagai jurnalis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler