Connect with us

METROPOLITAN

Dadang M.Epid Sebut Wawan dan Airin Sering Hadir Bersama dalam Rapat Dinas

Published

on

Banten Hits – Dadang M. Epid, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang kini jadi terdakwa kasus korupsi proyek alat kesehatan dan fisik RSUD serta Puskesmas Tangsel tahun 2010-2012, mengungkapkan bagaiamana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan bersama isterinya Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany selalu menghadiri rapat dinas di empat SKPD di Tangsel.

Dadang mengungkapkan kehadiran Wawan bersama isterinya Airin dalam setiap rapat dinas di jajaran Pemkot Tangsel, saat memberikan kesaksian dalam sidang korupsi proyek alat kesehatan dan fisik RSUD serta Puskesmas Tangerang Selatan tahun 2010-2012 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang, Selasa (4/8/2015).

“Pak wawan datang dalam rapat, dia cerdas dalam prioritas pembangunan dia juga ngomong jangan ini dulu tapi ini dulu (proyek, red) kebanyakan kita ikut beliau. Kita rapat dengan sekda, dan kadang Wali kota Airin Rahmi Diany hadir dalam rapat tersebut. Atuh saya tidak tahu pak Wawan hadir dalam rapat tersebut sebagai apa tapi yang jelas kalau empat SKPD selalu hadir,”  ungkap Dadang M. Epid di persidangan seperti dilansir situs berita inilahbanten.com.

Pada rapat tersebut, Tb Chaeri Wardana kuasanya melebihi dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rahmi Diany. Wawan juga sering menanyakan proses persiapan lelang dan memberikan nama-nama plotting perusahaan yang bakal mengerjakan proyek.

BACA :  Tempat Pengolahan Kikil Ini Diduga Gunakan Zat Berbahaya

“Pak Wawan tanyakan dalam rapat ada uang berapa? (anggaran, red), kapan mulai lelang? Apa persyaratannya? Dari situ kita dikasih plotting nama-nama yang mengerjakan proyek, semua SKPD kayak gitu, kalau engga prosesnya bisa dibatalkan lagi di tingkat ULP,” kata Dadang.

Lebih lanjut, Dadang mengungkapkan, dalam rapat yang dipimpin oleh Sekda tersebut, proyek jenis fisik biasanya mengalami penambahan anggaran yang dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

“KUA dan PPAS Dinkes Misalnya Rp120 M itu standar, dari Rp120 M dibagi habis sesuai program prioritas nanti ada tambahan berikutnya biasanya kegiatan kontraktual misalnya fisik,” jelas Dadang.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler