Connect with us

METROPOLITAN

Giliran KMS 30 Desak WH-Andika Mundur,  Sebut Kepemimpinan di Banten Kehilangan Arah

Published

on

KMS 30 Desak WH-Andika mundur

Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 atau KMS 30 kembali menggelar aksi di depan kampus UIN SMH Banten, Jumat, 12 April 2019. Mereka mendesak WH-Andika mundur. (BantenHits.com/ Mahyadi)

Serang – Gelombang aksi mahasiswa di Banten mendesak gubernur dan wakil gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy mundur dari jabatannya terus disuarakan sejumlah organ mahasiswa.

Setelah Badko HMI menggelar dua aksi berturut-turut selama satu pekan, giliran mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 atau KMS 30 kembali menggelar aksi di depan kampus UIN SMH Banten.

BACA JUGA:  HMI Sebut Wahidin Halim Tengah Membangun Dinasti Baru di Banten

Sambil berorasi,  massa aksi KMS 30 juga membentangkan spanduk bertuliskan “23 Bulan WH-Andika Banten dalam Ilusi Pembangunan”. Aksi mahasiswa ini mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Serang Kota.

“Di 23 bulan kepemimpinan, WH-Andika kehilangan arah atau tidak memiliki peta dalam membangun Banten, yang kemudian akhirnya Provinsi Banten mengalami banyak kemunduran. Tidak ada pembangunan yang singnifikan,” ujar Japra korlap aksi KMS 30 di sela-sela orasinya, Jumat, 12 April 2019.

Ia menilai, selama ini kepemimpinan WH-Andika,  pembangunan yang terlihat hanya revitalisasi Keraton Kesultanan Banten.

“Kalau diteruskan ini kita pastikan Banten tiga tahun kedepan akan mengalami stagnasi. Kita sudah muak di kepemimpinan WH-Andika,” tegasnya.

Dalam aksi ini ditegaskan Japra, KMS 30 meminta agar WH-Andika turun dari jabatannya.

“Menurunkan atau mengundurkan diri dari jabatannya. Karna kami khawatir jika Provinsi Banten masih dipimpin mereka berdua maka Banten akan mengalami stagnasi, dan kemunduran, seperti kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor:  Darussalam Jagad Syahdana

Trending