Connect with us

OPINI

Semangat Perjuangan Menuju Indonesia Maju

Published

on

Pemuda desa Lebakpendeuy, Tolib. (Dok. Pribadi)

BantenHits- Masyarakat Indonesia kembali merayakan kemerdekaan yang ke 75, tentu ini bukan umur yang muda bagi berdirinya sebuah Negara. kemerdekaan ini diraih dari hasil jerih payah bahkan tetesan darah dan keringat para pahlawan kemerdekaan, tentu bukan waktu yang sebentar para pahlawan bangsa memperjuangkan Negara ini agar merdeka dari penjajah, karena sejarah mencatat 350 tahun para pahlawan bangsa itu berjuang melawan Belanda dan 3,5 tahun juga dijajah oleh Jepang dengan berbagai kesengsaraan dan penderitaan.

Gencatan senjata terus terdengar diberbagai peloksok bumi pertiwi, kebakaran dimana-mana ribuan nyawa para pahlawan melayang, darah terus bertetesan untuk kemerdekaan bangsa ini, 75 tahun kita sudah terhindar dari penjajahan, kemerdekaan ini bukan pemberian yang semata-mata dari penjajahnya, para pahlawan dan bekas reruntuhan menjadi saksi bagaimana kejamnya para penjajah.

Kemerdekaan yang kita rasakan merupakan anugrag dan keniscayaan yang telah diberikan, para pejuang kemerdekaan yang dahulu merasakan penderitaan dan kesengsaraan untuk memerdekakan Negara ini, tentunya mereka mengharapkan perjuangnya diteruskan oleh anak bangsa agar Negara ini bisa berkembang dan maju.

Masa depan bangsa ini dipertaruhakan, harapan demi harapan agar masa depan bangsa ini sangat indah seperti yang diamantkan dan pembukaan Undang-undang dasar 1945. Seketika Negara-negara lain mengalami peningkatan namun bangsa kita dalam keadaan terpuruk. Kemerdekaan yang diperjuangkan oleh para pahlawan seakan tidak berguna, kemerdekaan tidak lebih dari sekedar kekebasan dari genjatan senjata seperti dahulu kala yang diceritakan sejarah bangsa ini.

BACA :  Rayuan Maut Destinasi Wisata Lebak

Para pahlawan bangsa rela tidak hidup enak dengan keluarganya agar bangsa ini terhindar dari penjajah. Mereka menitipkan sebuah dasar Negara yang namanya Pancasila dan UUD 1954 dengan penuh harapan agar semuanya bisa tercapai dimasa yang akan datang yang dilakukan oleh para penerusnya. Para pejuang melepaskan egonya agar bangsa ini bisa merdeka. Penyusunan dasar-dasar Negara hasil dari kompromi para pendiri bangsa dengan menyesuaikan kebutuhan Indonesia yang didalamnya banyak bahasa, suku, agama dan budaya.

Para pejuang kemerdekaan hanya ingin bangsa ini merdeka, tidak untuk membagi jatah jabatan-jabatan dalam Negara. Dengan dalih demokrasi, saat ini partai-partai politik telah membagi kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, niscaya kemerdekaan yang diharapkan para pendiri bangsa ini hanya mimpi belaka.

Seiring berjalanya waktu hingga ke 75 tahun kemerdekaan ini terlahir, pahlawan-pahlawan bangsa terus dilahirkan sesuai kondisi saat ini, ketika Negara sedang dalam kondisi krisis, penganguran dimana-mana, kemiskinan merajalela, tindakan kekerasan terhadap perempuan terus bermunculan, daerah-daerah peloksok kurang merasakan kemudahan informasi, ditambah lagi wabah Virus Corona yang terus merajalela bahkan memakan korban baik para pahlawanya ataupun masyarakat.

BACA :  Hajatan Nasional Pospenas ke-7 dan Santri Par Excellence

Dikala Negara yang diperjuangkan dengan tetesan darah dan nyawa mengalmi kondisi yang senantiasa tidak diharpkan, perlunya pembaharuan untuk menyelamatkan bangsa ini, sosok pemimpin yang sekaligus pahlawan untuk Negara ini menjadi harapan ratusan juta wagra. Toleransi hidup bernegara perlu dipetahankan dengan berbagai cara, lapangan pekerjaan hingga pendidikan yang mudah dan mencerdaskan kehidupan bangsa harus diperjuangkan. Mereka yang berjuang saat ini untuk meneruskan para pendiri bangsa adalah pahlawan. Para tenaga medis yang menyelamatkan nyawa warga Negara ditengah maraknya penyebaran Virus Corona juga merupakan pahlawan bangsa yang perlu diapresiasi.

Dalam sejarah mengatakan, para pemuda yang merupakan generasi bangsa juga ikut berjuang mengusir kolonialisme demi terciptanya Negara yang merdeka, jiwa patriotisme para pemuda itu pelu muncul kembali pada saat Indonesia sedang mengalami keterpurukan.

BACA :  Asa di RSUD Adjidarmo Lebak

Nasionalime para generasi bangsa perlu dipertahankan agar terciptanya generasi bangsa yang sangat tinggi akan toleransi demi mempertahankan negaranya ditengah panasnya isu-isu yang bisa memecah belah persatuan bangsa. Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan perlu ditingkatkan kembali di dalam pendidikan formal ataupun informal terhadap generasi bangsa agar semakin tumbuh rasa memiliki dan mencintai negaranya.

Ditambah lagi saat ini Indonesia sedang dihadapi persoalan perekonimian akibat Pandemi Virus Corona atau COVID-19, Berdasarkan catatan Badan Pusat Statsitik(BPS) pertumbuhan ekonimi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,23%, pada kuartal III menjdi pertaruhan bangsa ini, apakah mengulang kejadian pada tahun 1998 lalu atau tidak, pada saat itu krisis ekonomi melanda bangsa ini, bahkan Puluhan perbankan terpaksa harus tutup.

Nasib rakyat semakin mengkhawatirkan, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) semakin nampak, Kemiskinan akibat hilangnya pekerjaan mulai menjadi kegeleihasah semua orang. Sosok pahlawan bangsa yang dibutuhkan pada saat ini harus segera muncul, semangat perjuangan agar keluar dari permasalahan harus digemborkan.

“Selamat hari kemerdekaan, semoga Indonesia tetap jaya dan maju, salam dari pemuda desa yang kesulitan mencari kerja dan mendaptkan informasi karena keterbatasan sinyal operator”

Penulis : Tolib
Pemuda Desa LebakPendeuy



Terpopuler