Connect with us

Berita Terbaru

Pasangan Suami-istri di Ibu Kota Provinsi Banten 12 Tahun Tinggal di Bekas Kandang Kerbau

Published

on

Kondisi Bekas Kandang Kerbau yang Jadi Tempat Tinggal Mustarif dan Istrinya Selama 12 Tahun (BantenHits/Mahyadi)

Serang  – Kemiskinan yang membelit membuat seorang buruh harian lepas, Mustarif (45) tinggal di bekas kandang kerbau yang terletak di Kampung Kamanduran RT. 003 RW. 001, Desa Teritih, Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Mustarif tinggal di sana bersama sang istri, Kastriyah dan satu anaknya selama 12 tahun. Dia terpaksa menyulap kandang kerbau untuk dijadikan tempat berlindung dari panasnya matahari dan dinginnya malam.

Sebelum tinggal di sana, pasangan Suami-istri itu tinggal bersama saudaranya. Lantaran merasa malu hidup menumpang, akhirnya Mustarif memutuskan mencari tempat lain.

“Sebelumnya tinggal di rumah saudara, sebelum tinggal di sini,” ungkap Muntarif kepada BantenHits.com di lokasi, Rabu 13 Januari 2021.

BACA :  Banten Jadi Provinsi Pertama yang Punya Perda Ponpes

Mustarif mengaku, merasa cemas saat hujan mengguyur rumahnya. Pasalnya, kondisi bekas kandang kerbau yang ditempatinya sudah mulai lapuk dimakan usia, seperti dinding dan atap yang bocor.

“Kalau hujan ya banjir, kumpul di kamar yang kondisinya lebih tinggi tidak ada uang buat memperbaiki, hanya tambal dengan plastik saja, kelamin ini juga dapat dari tetangga, termasuk tembok sebelah kanan di kasih keluarga,” ungkapnya.

Keluarga Mustarif dirundung kesulitan. Penghasilanya sebagai buruh hanya cukup untuk makan sehari-hari bersama keluarga kecilnya di rumah.

“Buruh serabutan kalau ada kerja kenek bangunan kalau gak ada yah di rumah aja tidak kerja, dirumahnya ada bertiga sama anak, 9 tahun sekolah di SD. Kadang-kadang dapat yang ngasih dari tetangga buat makan ya Alhamdulillah,” ujarnya.

BACA :  Enam Kecamatan di Pandeglang Masuk Lokus Stunting

Dia juga mengaku selama ini tidak pernah mendapatkan bantuan sosial maupun yang lainnya dari pemerintah daerah. Meski Mustafir sudah beberapa kali menyerahkan administrasi kependudukan untuk pengajuan bantuan.

“Disyukuri saja sebelum pemerintah memberi bantuan mah, kalau dari RT sering di minta fotocopy kartu keluarga dan KTP tapi ya tidak ada bantuan,” katanya.

Setelah kisahnya di angkat oleh media, dinas sosial (dinsos) kota serang langsung datang ke lokasi dan memberikan bantuan kasur dan beberapa bahan dapur.

“Alhamdulillah tadi ada tadi juga ngomong mau membantu memperbaiki rumah, mudah-mudahan kita hanya bisa berdoa,” tutupnya.

Editor : Engkos Kosasih



Terpopuler