Connect with us

METROPOLITAN

Buang Bungkus Permen Fox di Wilayah Sentral, Pria Bertato di Lebak Dibekuk Polisi

Published

on

Barang bukti sabu yang disimpan di dalam bungkus permen fox berhasil diamankan petugas dari tangan AFM pria bertato di Kabupaten Lebak. (BantenHits.com/Fariz Abdullah).

Lebak- AFM (36) warga Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak diamankan pihak kepolisian, Minggu, 27 Oktober 2019. Pria bertato ini dibekuk lantaran kedapatan membawa narkoba jenis sabu.

Pria berpengawakan gempal dan bertato ini diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lebak saat akan membuang beberapa paket sabu di Kampung Sentral, Desa Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung.

“Ya jadi dia (AFM) kurir ditangkap saat akan membuang paket sabu,”kata Kabag Ops Polres Lebak AKP Rahmat Sampurno didampingi Kasat Narkoba Polres Lebak, AKP Asep Jamaludin di Mapolres Lebak, Selasa, 29 Oktober 2019.

Rahmat mengungkapkan dari tangan AFM petugas menemukan 4 paket sabu yang disimpan dalam beberapa bungkus permen Fox.

“Kita geledah juga rumahnya ternyata ditemukan 3 bungkus sabu yang ditempelkan di sebuah potongan asbes dan satu bong (alat hisap sabu),”ungkapnya.

Kepada petugas, kata Rahmat, AFM mengaku hanya bertugas sebagai kurir dan pemecah sabu yang di dapatnya dari seseorang yang saat ini masih dalam tahap pengejaran petugas.

“Ya jadi tugas dia ngambil dan mecah sabu ke beberapa paket. Setelah beres sabu itu kemudian di buang di tempat yang disepakati nanti ada orang lain yang mengambilnya,”tuturnya.

Sementara AFM kepada awak media mengaku mendapat keuntungan sedikitnya Rp200 ribu dari setiap transaksi.

“Saya ngga tahu pembelinya siapa, dimana transaksinya. Tugas saya hanya pecah sabu beberapa bagian. Dan nyimpen sabu itu di suatu tempat yang disepakati setelah itu saya dapat bayaran,”ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya AFM dijerat  Pasal  114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 4 sampai 10 tahun penjara.

Editor: Fariz Abdullah

Trending