Connect with us

Advertorial

Mobilitas Faktor Utama Penularan COVID-19, Simak Keterangan Ahli Agar Bisa Keluar Rumah dengan Aman

Published

on

Foto Ilustrasi: Evakuasi WNA Thailand yang terjebak Pandemi COVID-19 atau Corona di Indonesia menggunakan alat perlindungan diri (APD) lengkap. (Dok Lion Air)

Jakarta – Penularan COVID-19 sangat berkaitan dengan mobilitas seseorang. Karenanya, tetap di rumah dan disiplin menerapkan protokol kesehatan menjadi kunci agar terhindar dari COVID-19.

Spesialis Penyakit Dalam, dr. Dirga Sakti Rambe mengatakan, jangan pernah keluar rumah, kecuali sangat terpaksa.

Hal tersebut disampaikan Dirga Sakti saat acara Dialog Produktif : “Libur Panjang yang Aman dan Sehat” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu, 28 Oktober 2020.

Selain Dirga, acara tersebut juga menghadirkan Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Awi Setiyono.

BACA :  Telur HE Masih Ditemukan Beredar di Rangkasbitung dan Cibadak, Harganya Rp 16 Ribu/ Kg

“Penularan COVID-19 ini terkait dengan mobilitas. Kalau memang terpaksa untuk melakukan perjalanan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, bukan dengan keluarga jauh apalagi dengan orang asing. Serta mematuhi protokol 3M di manapun kita berada, agar kita aman dan tidak terkena penyakit. Paling ideal memang liburan di rumah saja,” terang Dirga.

Dalam kesempatan itu, Dirga Sakti Rambe juga mengimbau masyarakat agar memilih tempat rekreasi alternatif yang tidak berpotensi menciptakan kerumunan.

Mengutamakan untuk mengunjungi tempat-tempat terbuka juga lebih disarankan daripada tempat tertutup dengan durasi kunjungan yang tidak terlalu lama.

“Pastikan juga agar mendapat istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi terutama memperbanyak sayur dan buah, menghentikan kebiasaan merokok, juga menjaga kesehatan mental,” paparnya.

BACA :  PDAM Tirta Berkah Kucurkan Rp1,4 Miliar Ganti Pipa Air di Cikoromoy

Senada disampailan Alwi Setiyono. Menurutnya, kalau tidak ada agenda liburan, warga lebih baik tetap di rumah untuk menekan rantai penyebaran COVID-19.

Alwi mengatakan, selama 44 hari masa operasi mulai dari 14 September sampai 27 Oktober 2020, Operasi Yustisi dinilai efektif untuk menertibkan masyarakat terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan.

“Bagi umat muslim selamat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan jangan sampai terkena Operasi Yustisi dan tetap tertib berlalu lintas,” imbaunya.

“Seyogyanya kalau tidak ada agenda liburan lebih baik tetap di rumah untuk menekan rantai penyebaran COVID-19. Kalau memang berlibur jauhi kerumunan karena kita tidak bisa memastikan di situ ada COVID-19 atau tidak,” pungkasnya.(Advertorial)

BACA :  Duarrr! Pom Bensin Mini di Kronjo Meledak Malam-malam, Merambat ke Rumah Warga



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Terpopuler